Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Exception Part II


Pada blog saya yang sebelumnya saya telah membahasa Eception yang ada pada PL SQL. Untuk tulisan ini saya akan membahas Exception yang biasanya digunakan dalam pemograman java. Dalam PL SQL maupun Java Exception biasa digunakan untuk penangan error yang seringkali terjadi ketika membuat suatu program. Pada pemograman java yang kesalahan yang biasa terjadi adalah:

  • Pembagian dengan bilangan 0
  • Koneksi ke database yang sering gagal
  • File yang akan dibuka not exist
  • Mengakses object yang belum di inisialisasi
  • Pengisian element array diluar ukuran array

Apa yang terjadi jika ada kesalahan?

Sekarang yang ada dalam fikiran kita bagaimana jika terjadi kesalahan? Lalu kenapa harus exception? Cara kerja nya bagaimana? Nah pada uraian dibawah ini saya akan menjelaskan bagaimana jika pemograman kita terjadi error dan cara kita menggunakan exception.
  1. Jika program yang kita buat terdapat error secara otomatis akan di lempar ke dalam sebuah object yang biasa kita sebut dengan exception.
  2. Exception selanjutnya akan dapat di proses oleh fungsi- fungsi yang sudah siap menangani kesalahan/ errror pada program
  3. Proses pelemparan exception disebut dengan throwing exception
  4. Proses penerimaan exception disebut dengan catch exception

Cara menangani exception menggunakan try-catch

Cara yang pertama yang dapat kita lakukan untuk menangani exception dalam java adalah dengan menggunakan blok try-catch. Blok try-catch ini ditempatkan untuk pernyataan yang mungkin menghasilkan exception di dalam blok ini. Berikut adalah contoh penggunaan blok try-catch:

Cara menangani exception menggunakan try-catch-finally

Cara kedua yang dapat kita gunakan dalam menangani exception java adalah dengan cara try-catch-finnaly. Untuk contoh penggunaan nya adalah:
Output dari program diatas adalah terimakasih sudah mencoba exception.

Mekanisme exception handling

Berikut ini adalah aspek kunci tentang sintak dari konstruksi try-catch-finally: 
  • Setiap blok try, terdapat satu atau lebih blok catch, tetapi hanya satu blok finally. 
  • Blok try harus diikuti oleh paling sedikit satu blok catch ATAU satu blok finally, atau keduanya. 
  • Setiap blok catch mendefinisikan penanganan exception. Di dalam header blok catch terdapat satu argumen yang akan ditangani oleh blok exception. Exception harus berasal dari class Throwable atau dari class turunannya

Skema Exception Handling

Berikut ini adalah skema exception handling:

Sekian dulu uraian saya tentang exception dalam java. Semoga bermanfaat. 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Exception

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Exception. Seebenarnya Exception itu sendiri berbeda untuk setiap bahasa pemograman. Untuk pembahasan sekarang saya akan membahas Exception pada PL/SQL. Bagaimana itu Exception, Cara kerjanya dan yang lain-lain tentang Exception. Silahkan Scroll kebawah untuk melihat lebih detail

Pengertian

Exception atau biasa juga disebut dengan error handling. Exception adalah suatu mekanisme yang digunakan oleh beberapa bahasa pemograman untuk mendekripsikan apa yang harus dilaukan jika ada suatu kondisi yang tidak diinginkan terjadi. Exception akan terjadi pada setiap kesalahan (error) atau peringatan (warning) yang muncul karena suatu perintah. Exception terbagia atas 2 yang pertama exception handler yang artinya bagian yang ditujukan untuk menangani error . Sedangkan yang kedua adalah exception handling yaitu bagian yang merupakan mekanisme penanganan exception . Jika dalam suatu blok tidak terdapat exception makan semua proses akan terhenti dengan atau tanpa adanya kesalahan.Sebaliknya jika terdapat exception section, maka semua perintah berikutnya dalam bagian executable section tidak di eksekusi dan proses akan berpindah ke exception handler.

Cara kerja Exception

Setiap kali exception muncul semua perintah berikutnya di dalam exectable section tidak di eksekusi dan proses akan berpindah ke exception handler.
Contoh :
DECLARE
          ……………..
BEGIN
          ………………
          SELECT NIM INTO vnim FROM MAHASISWA
          WHERE …..
          …….
EXCEPTION
          WHEN NO_DATA_FOUND THEN
          DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘DATA TIDAK ADA’);
END;

Bentuk umum dari blok exception adalah :

EXCEPTION
WHEN EXCEPTION1 [OR exception2 [OR . . .]] THEN
          Statement_statement
[WHEN EXCEPTIONA [OR exceptionb [OR . . .]] THEN
          Statement_statement
. . .
[WHEN ONTHERS THEN
          Statement-statement]
Beberapa jenis kesalahan umum yang sering terjadi :
Nama Exception
Kode error
Deskripsi
CURSOR_ALREADY_OPEN
ORA-06511
Membuka cursor yang sedang
Terbuka
DUP_VAL_ON_INDEX
ORA-00001
Memasukkan nilai duplikat
Pada kolom yang unik
INVALID_CURSOR
ORA-01001
Operasi cursor illegal
INVALID_NUMBER
ORA-01722
Gagal mengkonversi karakter
Ke number
LOGIN_DENIED
ORA-01017
Login dengan username atau
Password yang salah
NO_DATA_FOUND
ORA-01403
SELECT INTO statement tidak
Menghasilkan baris data
NOT_LOGGED_ON
ORA-01012
Mengkases database tapi tidak terkoneksi
PROGRAM_ERROR
ORA-06501
Terjadi PL/SQL internal error
ROWTYPE_MISMATCH
ORA-06504
Dalam suatu penugasan,tipe data cursor, variable dengan PL/SQL  cursor tidak cocok
STORAGE_ERROR
ORA-06500
Memori rusak atau proses membutuhkan memori lebih besar
TIMEOUT_ON_RESOURCE
ORA-00051
Time out
TOO_MANY_ROWS
ORA-01422
SELECT INTO statement menghasilkan lebih dari satu baris data
VALUE_ERROR
ORA-06502
Kesalah operasi aritmetika,konversi,truncate atau batasan rentang nilai
ZERO_DEVIDE
ORA-01476
Membagi dengan nol

User Definied EXCEPTION

Merupakan exception yang dibuat oleh user dan diaktifkam dengan perintah RAISE
Sintaks:
Identifier EXCEPTION;
Dan dipanggil dengan perintah:
RAISE Identifier;

Unhandled EXCEPTION

Penggunaan kata kunci OTHERS yang digunakan untuk menampilkan kesalahan dan keterangan pada exception others.Jenis exception OTHERS ini digunakan untuk menangani semua kesalahan yang tidak ditangani.Sebaiknya hindari penggunaan exception OTHERS ini dihindari karena tidak menangani exception yang spesifik.


Contoh  :
Exep_lebih EXCEPTION;
V1                number         := ‘&v1’;
V2               number         :=99;
BEGIN
          If v1 > v2 then
                   RAISE Exep_lebih;
          Else
                   DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Volume masih bias menampung’);
          End if;
EXCEPTION
          WHEN Exep_lebih THEN
                   DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘volume ‘ || v1 ||’lebih daro ‘ || v2);
          WHEN OTHERS then
                   DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Volume tidak bisa menampung’);
END;

Sekian tulisan saya tentang Exception, untuk post selanjutnya saya akan lanjut tentang Exception di beberapa pemograman yang lain. Semoga bermanfaat.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Pendukung Keputusan



Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan adalah suatu kumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan keputusan untuk membantu manager dalam membuat atau mengambil sebuah keputusan. Dikatakan bahwa untuk suksesnya sebuah sistem harus bersifat sederhana, mudah dikendalikan, lengkap dan yang paling penting dan mudah dikomunikasikan. Sistem pendukung keputusan itu sendiri terdiri dari banyak metode, tetapi pada bahasan kali ini saya akan membahan tentang Simple Addictive Weighting (SAW). Secara tidak langsung dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pendukung keputusan berbasis komputer dapat memberikan solusi dan alternative terbaik kepada pemakai (Lanay, 2006).
Konsep dasar pengambilan keputusan:
Menurut (Lanay, 2006) dalam proses pengambilan keputusan terdapat model pengambilan keputusan yang terdiri dari 4 fase yaitu:

1.       Penelusuran (intelligence)
Tahap ini adalah tahap proses penelusuran dan pendektesian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data-data yang telah dikumpulkan kemudian diproses dan diuji untuk mengidentifikasi masalah.
2.       Perancangan (design)
Merupakan tahap proses menemukan, mengembangkan dan menganalisis alternatif tindakan yang dapat dilakukan. Tahap ini meliputi proses untuk mengerti masalah, menurunkan solusi,  dan menguji kelasakan solusi.
3.       Pemilihan (choice)
Tahap ini terdapat proses pemilihan dari berbagai alternatif yang telah ditawarkan. Hasil dari pemilihan tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pengambilan keputusan.
4.       Implementasi (implementation)
Merupakan tahap yang paling terakhir dan tahap dimana dilakukan pengambilan keputusan.

Simple Addictive Weighting (SAW)

Menurut (Sulistiyo, 2010) Metode SAW biasa juga disebut dengan istilah metode pembobotan karena metode ini menggunakan penjumlahan yang terbobot. Konsep dasar dari metode ini adalah mencari penjumlahan terbobot yang mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. 


Keterangan:
rij            = nilai rating kinerja ternormalisasi
xij           = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria
Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteria i
Min xij = nilai terkecil dari setiap kriteria i
Benefit  = jika nilai terbesar adalah terbaik
            Cost   = jika nilai terkecil adalah terbaik dimana rij adalah rating kinerja                                    ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj;i=1,2,...,m dan j=1,2,...,n. Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai:



                                Keterangan :
Vi = rangking untuk setiap alternatif
wj = nilai bobot dari setiap kriteria
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.

  Langkah Langkah SAW

Menurut (Sulistiyo, 2010) ada beberapa tahapan yang harus dilalui ketika kita memilih metode SAW dalam sistem pendukung keputusan kita. Diantara langkah-langkahnya adalah:
1.       Memberikan nilai untuk setiap alternatif (Ai) pada setiap kriteria (Cj) yang sudah ditentukan, dimana nilai i=1,2,…m dan j=1,2,…n.
2.       Memberikan nilai bobot (W) yang didapatkan dari nilai crisp.
3.       Membuat normalisasi pada matriks dengan cara melakukan perhitungan untuk nilai rating kinerja ternormalisasi (rij) dari setiap alternatif Ai  pada atribut Cj berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan/benefit = maksimum atau atribut biaya/cost = minimum). Jika beruba atribut keuntungan maka nilai crisp (Xij) dari setiap kolom atribut dibagi dengan nilai crisp max  (max Xij) dari setiap kolom, sedangkan untuk atribut biaya, nilai crisp min (min Xij) dari tiap kolom atribut dibagi dengan nilai crisp (Xij) setiap kolom
4.       Melakukan perankingan untuk setiap alternatif (Vi) dengan cara mengalikan nilai bobot (wi) dengan nilai rating kinerja ternormalisasi (rij).
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS